Langsung ke konten utama

Postingan

Repentance - A Circle of ...

  Entah berapa lama aku diam saja tak menoleh ke arah Katya. Tiada juga Katya membu-ka pembicaraan lagi. Secercah senyum Rahayu tergambar di dalam ingatanku, diikuti oleh kesedihan yang ia rasakan ketika kami memutuskan untuk berpisah. Ketika kami sadar bah-wa kami telah jatuh terlalu dalam. Selain dari itu antara aku dengan Rahayu sudah tak ada lagi rasa seperti yang dulu. Rasa sayang dan cinta kami berdua hilang ketika kami sadar apa yang kami lakukan salah. Kami berdua menyadari itu sepenuhnya. Barangkali pun, upaya kami berdua untuk rekonsiliasi adalah bentuk penyesalan kami dan keinginan kami untuk memperbaiki hubungan yang sudah koyak itu. Tetap berakhir. Aku berbalik menatap wajah Katya dalam-dalam. Tak kusadari aku melangkah mende-katinya. Katya masih duduk namun ia tak lagi bersandar di kursi. Ia mencondongkan badan-nya dan menumpu badannya dengan lengan di atas lututnya. Aku berlutut dengan satu kaki, tangan kananku menyentuh lembut dagunya. Aku mendekatkan wajahku ke...
Postingan terbaru

Senja Mengarungi Pelangi

  "Mas Damar, nanti sore temani aku ngerjain tugas ya. Kalau gak sibuk. Di depan perpus." Begitulah isi WA mu siang itu. Aku sedang tidak ngapa-ngapain ketika membaca WA itu. Hanya browsing saja di lab jurusan. Mengisi waktu karena jenuh dengan revisian skripsi. Dosbing 2 belum juga puas dengan runtutan naskahku. "Laporan begini, baiknya dibuang di tempat sampah. Gak laku dijual." Kata-katanya tajam membuatku takut-takut untuk konsultasi dengan beliau. Semua step penelitian dan demo program sudah OK dengan Pak Sugeng, dosbing 1, tapi belum dengan dosbing 2. Aku habis akal bagaimana lagi hendak melakukan revisi. Kenapa masih selalu ada yang kurang. Bagian mana yang terlewati? "OK," balasku pada Katya. "ba’da Ashar ya."